Kamis, 23 Mei 2013

Tersenyum lebih baik,,,,,


Beberapa hari yang lalu,sempat berjumpa dengan rekan-rekan seperjuangan di kampus tercinta. Dalam perjumpaan tersebut, rasa kebersamaan terasa begitu indah. Kami  duduk bersama sembari menunggu dosen untuk masuk kuliah, tetapi dosen tidak bisa hadir pada hari itu.
                Seperti biasa pada saat berjumpa dengan teman-teman, kami sering bersalaman dan saling menyapa. Sering bersalama sesama muhrim (sesama perempuan) dapat memperat silaturahmi dan dapat menggugurkan dosa-dosa kita terhadap orag tersebut. Pada saat bersalaman dengan salah seorang teman, tiba-tiba, beliau berkata, walah-walah, Tiara, sudah berapa lama kerja menjadi buruh bangunan,,,,,Tangannya kasar sekali sekarang,,,
Teman di samping ku berkata, hmm, ya iyalah, Tiara sekarang dirumah sudah sebagai buruh cuci, tukang rumput, bahkan tukang lampu...
Akupun hanya bisa mengeles dan tersenyum...” Biasalah anak muda zaman sekarang,harus serba bisa”
Aku kembali tersenyum..:)
Temanku menyarankan, sebaiknya supaya tidak terlalu seperti buruh tangannya, di beri lotion saja,,
Akupun mengangguk dan tersenyum saja..
Sebenarnya, teman-temanku sangat peduli, sehingga banyak sekali masukan-masukan yang diberikan...
Tetapi, aku bukan tipe permpuan yang suka banyak kali aturan dalam memperhatikan hal-hal seperti itu,,
Menurutku, hal yang paling penting itu, bukan hanya dapat di lihat dari luarnya saja,
Dan menurutku hal-hal yang sekarang, membuatku sangat nyaman...
Aku bukan juga tipe perempuan yang feminim,J
Karena menurutku ada saat-saat perempuan harus betul-betul feminim,,yaitu dengan cara berbusana muslim yang syar’i dan pada sifat keibuannya..
Jujur, aku sering tidak suka di atur dalam penampilan yang terlalu feminim,tetapi kalau menurutku itu membuat nyaman dan sudah syar’i, aku lebih baik seperti itu,,
Menyikapi perhatiannya dari teman-teman yang luar biasa perhatiannya,, hanya dapat ku balas dengan tersenyum, tanpa ingin menyakiti.
Karena ku yakin, siapa jodoh yang akan Allah berikan nanti kepada ku,, bukan seorang yang hanya melihat dari keindahan fisik,, tapi yang paling ku harapkan dapat menerima segala kekuranganku...:)
Keep smile J

Rabu, 22 Mei 2013

The first lesson :::" Be carefull "

Di sudut kota yang ramai dengan peduduk,,
Saat yang lain di sibukan dengan aktivitas masing- masing,,
Sengatan sang surya, bak sengatan seekor anak lebah, yang memerahkan kulit serta membuat suhu menjadi panas.
Siang itu,,,
merupakan hari yang sangat membuat diriku merasa tidak percaya, dan merasa mendapatkan pembelajaran serta teguran yang luar biasa dari sang Ilahi,,
Aku, temanku sebut saja Ratna, dan Satika,,
Baru saja menyelesaikan makan siang di sebuah warung makan,,
Setelah,, dengan leganya menyelesaikan urusan kebutuhan perut, kami pun berencana untuk membersihkan motor kami, yang sdah tak layak lagi untuk di lihat oleh mata :)
Maklumlah, kebiasaan anak kost ,biasanya membersihkan motor, di tempat ahli,,
alias Doorsmer.
Tetapi shalat ashar sebentar lagi tiba,,
Azan berkumandang,kami pun mencari mesjid yang dekat dengan lokasi kami,,
Mesjid tersebut, merupakan mesjid yang ramai jamaah dan merupakan mesjid yang bagunannya bagus.
Setelah itu kami pun bersiap-siap untuk melakukan sholat.
Aku, rekan-rekan ku,meletakkan tas kami di saf paling belakang, di dekat dinding,supaya pada saat sholat, jamaah tidak terganggu karena tas kami.
Setlah siap sholat, akupun melihat banyak sekali jamaah yang sedang menunggu jamaah lain selesai, guna untuk meminjam muknah mesjid, Orang-orang tersebut, rata-rata mahasiswa depkes,dengan menggunakan baju olahraga, kebetulan hari jumat.
Setelah siap sholat, kami mulai mempersiapkan motor kami, untuk berpergian menuju tempat doorsmer..
Yang mana lokasi tempat doorsmer sangat jauh, sekitar 1 jam, kami jalan-jalan mencari doorsmer...
Setelah sampai di doorsmer, ada satu kede minuman disana.
Kami berniat untuk membeli mainuman disana, karena rasa haus yang tak terbendung lagi,,
setelah ku ingin membeli air minum tersebut, ku buka dompet di tas ku,,
Tiba-tiba isi uang di dompet ku ,tidak ada lagi,,
Semua hilang,
Tetapi akupun tidak bisa berbuat apa-apa lagi,,
Uang itu mngkin bukan rezeki untukku..
Mgkin pelajaran kedepannya::
Akan lebih berhati-hati untuk menjaga sesuatu..:)
Be carefull;;;;;;:)

Ah,,,Kecewa itu biasa,,namanya manusia,,kadang-kadang terbawa perasaan


Berbicara tentang “kecewa” , hmm,....menurutku sesuatu yang lumrah,
Kenapa?? Karena setiap manusia pasti pernah merasakan kekecawaan.
Kecewa....
Sesuatu yang susah di ungkapkan dengan kata-kata, tetapi dapat dirasakan.
Kecewa...
Kata-kata yang cukup simpel,,tetapi dapat  meruntuhkan ketentraman hati..
Kecewa dapat dirasakan bila apa yang sangat kita inginkan,yang sangat kita impikan tidak tercapai dan tidak terpenuhi.  Bahkan bila kita benar-benar kecewa tak terasa air mata sudah ikut terikuti membasahi pipi.
Dan biasanya orang yang sudah kecewa , merasa mudah putus asa, patah semangat, sering mengeluh, dan bahkan muncul kemarahan.
Hal ini tidak dapat di biarkan.
Bila kemarahan datang, sepertinya apa yang berada di sekeliling kita terasa semuanya salah.
Tetapi pada hakikatnya,kekecawaan dapat kita reda bila kita menyadari bahwa kecewa dan marah itu tidak berguna bagi kita.
Seperti di dalam hadits ,
Dari Abu Hurairah Ra, ia berkata, “ Sesungguhnya ada seorang yang berkata kepada Rasulullah SAW, ‘ Ya Rasulullah nasihatilah saya!’’ Beliau bersabda, “ janganlah marah”. Orang itu meminta berkali-kali. Maka beliau bersabda “ janganlah engkau marah”. (HR. Bukhari)
Jadi , berusahalah untuk idak mudah marah.
Walapun pada hakikatnya manusia itu lumrah merasa emosi, tetapi mengendalikan emosi adalah lebih baik.
Dan saling memaafkan merupakan hal  yang lebih mulia. J

Minggu, 19 Mei 2013

Setitik Goresan Tinta Pena

Awal mulanya  menurut bahasa hatiku ,,aku tidak yakin aku bisa menulis dengan baik,,
Sempat terfikir oleh ku,, menulis dan hobbi menulis itu tidak telalu penting...
Aku yang sering disibukkan dengan kebiasaan mengotak atik soal fiska dan matematika, bermain dengan rumus, bermain dengan hukum-hukum fisika, bahkan hanya terkesan aku hanya menggeluti ilmu kependidikan ku saja...dan sering teman-teman bilang aku seorang kutu buku:)
Aku sempat bercita- cita, bisa menyelesaikan studi ku dengan gelar comlaude, dengan tamat 3,5 tahun demi membahagiakan orang tua ku dengan bidang yang sangat2 ku sukai,,,
tetapi setelah belajar banyak hal dari teman-teman ku,,. Cita-cita dan mimpi kita itu tidak hanya sekedar sesuai dengan ilmu kita saja,, kita dapat bermimpi dan bercita-cita lebih....

Aku juga pernah berfikir, bahwa aku tidak punya potensi yang lebih dalam keterampilan menulis...
Pernah memandang sebelah mata,, kalau menulis hanya menghabis-habiskan waktu...
Tapi hatiku mulai terbersit,,
dan aku mulai menyadari, betapa arti pentingnya,,kita harus menyukai menulis dan mempekembangkan keterampilan kita menulis...
Aku ingin belajar,,,
setidaknya aku telah tau bahwa,,,dengan menulislah,,kita dapat menjdi terkenal,dikenang bhkan bisa bermanfaat bagi orang lain, serta kita juga dapat membuat suatu sejarah dari tulisan-tulisan kita...

Ku berusaha meluangkan waktuku untuk sedikit- demi sedikit melatih keterampilanku menulis..
Jika ada sesuatu hal yang ingin ku curahkan dalam tulisan, ku coba menuliskannya...
Walaupun tulisan itu jauh dari kesempurnaan,,setidaknya aku berusaha untuk membiasakan menulis..
Satu cita-cita yang ingin sekali ku tulis yaiu menulis sebuah novel..
Ku ingin membuat sebuah novel, tentang cerita di dalam kehidupanku yang bisa bermanfaat bagi orang lain..
Aku juga ingin menuliskan sebuah buku tentang sahabat- sahabat ku..
Ku harap melalui tulisan ini,,
Ku dapat menuliskan sesuatu yang bemanfaat,,
Hingga para mujahid/mujahidah penerus keluargaku kelak juga berbakat dalam menulis dan membaca....
Ttd : Butir ( Bu tiara Fs)

Rabu, 15 Mei 2013

Setitik Goresan Tinta


Desiran angin tersa begitu menusuk tulang ini,,Keheningan bak terasa dunia tak berpenghuni...
Saat yang lain enggan untuk mecorehkan sedikt kata di selembar kertas itu,
Akupun yng sedang duduk santai, ingin menggoreskan setitik tinta di lembaran kertas putih itu,
Kertas putih yang bersih tanpa setitik noda, aka terisi dengan sedikit coretan-coretan .
Ah, di dlam hati ini, berkata,
Apa pentingkan aku memulai untuk menggoreskan sedikit tinta itu,
Ah, apa aku mampu menghasilkan kata-kata indah yang memiliki banyak makna??
Ah,apakah ini hanya ilusi diriku saja.....
Terbersit dalam diri akan ketidak mampuan akan keberanian itu...
Ku tepiskan prasangka-prasangka yang menghambat diriku untuk menapaki mimpi-mimpiku...
Ku luruskan niat,,
Ku susuri langkah kaki dan niat ini,,,
Saat yang lain sedang menikmati waktu untuk beristirahat,,,
Saat itulah aku harus memulai untuk sedikit meminimalisirkan kebiasaan ku yang biasa bnyak istrahat  dan memulai untuk banyak berkreasi...
Saat keheningan tiba, bukan berarti suatu pekerjaan juga hening..
Saat keheningan tiba, dan saat itulah waktunya untuk memperoleh banyak ide brilian,
Saat setelah kita mengadu dan bermunajat Kepada Allah pencipta Alam semesta sebagai tempat berlabuh dan memohon segala sesuatu yang kita inginkan...
Muatan-muatan positif dan udara segar  pun terasa,
Terasa bak elektron-elektron yang mengalir dalam sebuah rangkaian listrik yang dapat menghasilkan potensial-potensial yang bersifat positif dan dapat menghidupkan lampu yang sinarnya sangan terang...
Tak terasa secarik kertas itu,  dipenuhi oleh coretan-coretan tinta ...
Dan aku pun tak tahu apa yang ku tulis,,
Tapi dari secarik kertas itu terdapat beberapa kata yang disusun secara padu dan menghasilkan kalimat yang mudah di pahami..
Tetapi aku berhenti sejenak,,,,dan tersentak....
Ah, apa mungkin melalui tulisan,,,
Aku akan bisa berkontribusi untuk org lain....
Hmmm,,,maybe... Tidak ada yang tidak mungkin di dunia..
Ada 1 hal yang dapat aku simpan di dalam diri ini,,
Yaitu bisa jadi dengan tulisan-tulisan yang sederhana, yang dapat kita coretkan dalam suatu tulisan dan membuat kita lebih lapang, lebih nyaman, dan bahkan lebih lega untuk dapat lebih berkreativ.
Melalui tulisan juga dapat menghasilkan karangan-karangan yang fantastis yng mungkin bisa mendobrak motivasi para pemuda di kanca dunia J
Keep spirit